Minggu, 08 Maret 2015

INDONESIA KENAPA?



      Inilah yang aku pikirkan. Bangsa ini dan 360 tahun adalah alasan yang mendasar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengorbanan para pahlawan dan penderitaan rakyat Indonesia di masa lampau menjadi cambuk tersendiri agar kita sebagai hasil dari pengorbanan tersebut terus maju dan mempertahankan kedaulatan. Bukan lagi dengan berperang namun dengan mengembangkan pengetahuan dan kemandirian bangsa dalam mengelola Negara. Dalam langkah kecil setidaknya setiap warga Negara mengetahui budaya bangsanya dan mencintai produk dalam negeri.
       Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keragaman suku, ras, dan agama. Bangsa yang majemuk dengan banyak potensi, kekayaan budaya dan kemungkinan konflik yang bisa saja terjadi. Sejak jaman sebelum orde lama para pemimpin kita pastinya telah memikirkan potensi dan resiko dari kemajemukan tersebut. Dari awal itulah dengan proses berfikir dan penyatuan pendapat yang cukup panjang dihasilkan pilar – pilar bangsa diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa kita. Sebagai generasi Reformasi sudah seyogyanya kita bersyukur akan adanya dasar – dasar bernegara yang telah ada. Karena saat ini kita telah memiliki pedoman bernegara dan hanya selangkah untuk menerapkan apa yang telah ada. Namun pada prakteknya bangsa Indonesia saat ini perlahan mulai menjauh dari nilai – nilai dan norma luhur bangsanya. Sikap individual dan ketidak pedulian akibat tehknologi komunikasi yang berkembang pesat membuat sebagian besar orang lupa akan nilai dalam dasar negaranya. Bahkan parahnya masih ada yang tidak hafal akan dasar negaranya sendiri. Dalam hal ini merupakan cerminan bahwa empat pilar bangsa sudah mulai tergeser oleh era global dan tidak lagi menjadi filter dalam berbangsa dan bernegara. Bahaya ini bukan perkara kecil mengingat dari perkara inilah dapat timbul perpecahan bangsa. Nilai – nilai pancasila yang pada dasarnya adalah kristalisasi dari pribadi Bangsa Indonesia menjadi rancu dengan pribadi Bangsa Indonesia saat ini. UUD Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional juga mulai terabaikan dengan maraknya pelanggaran – pelanggaran hukum dan HAM yang notabene bukan hanya rakyat sipil namun juga pejabat pemerintahan. Yang dari kasus – kasus tersebut secara tidak langsung menjadi ancaman tersendiri akan keutuhan NKRI dan diragukannya semboyan Bhineka Tunggal Ika. Karena utamanya dalam mempertahankan suatu bangsa bukan hanya dari segi pertahanan militer namun juga pertahanan terhadap komitmen bangsa itu sendiri dalam menjaga kepribadian dan budaya bangsanya. Maka dari itu pertahanan yang paling penting dan pertama harus dibangun adalah pertahanan pendidikan yang mana pilar – pilar bangsa dididikkan sejak dini hingga tertanam rasa cinta tanah air dan bangga terhadap kekayaan dan kebinekaan bangsanya.

     Langkah yang perlu dilakuakan untuk menghadapi era globalisasi
a.    Memperbaiki pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini bukan hanya infrastruktur dan kurikulum namun juga kualitas pengajar yang perlu ditingkatkan. Utamanya kualitas guru Seni Budaya, guru Pendidikan Kewarganegaraan, dan guru Sejarah yang mana tiga guru mata pelajaran tersebut merupakan pengampu sebagian besar pengetahuan tentang budaya, bangsa, dan negaranya.

b.    Memikirkan benar – benar output apa yang akan lahir dari jutaan pemuda Indonesia dan membuat wadah sebanyak – banyaknya dalam kegiatan pemuda dan pendidikan agar tercapainya output yang diharapkan. Karena tidak dipungkiri pemuda merupakan penerus bangsa ini yang perlu dipersiapkan dengan matang dan terencana.


c.    Kembangkan ekonomi kreatif yang berbasis budaya. Ekonomi merupakan sumber penghidupan Negara yang sangat krusial dan budaya merupakan suatu yang potensial untuk dikembangkan oleh bangsa yang kaya budaya. Jika kita dapat mengamati bangsa ini merupaka bangsa yang besar akan seni dan budayanya. Kreatifitas bangsa terdahulu kita sudah tidak dipungkiri lagi, terbukti dari keragaman warisan budaya yang luar biasa. Hal ini harusnya menjadi lahan yang menguntungkan dalam mengembangkan ekonomi. Bangsa asing yang notabene telah tertarik akan keragaman budaya kita bisa jadi mendatangkan keuntungan ekonomi lewat kunjungannya terlebih jika ada produk kreatif yang inovatif.

Membudayakan musyawarah yang solusional dengan befikir secara terarah dan terencana dengan
-     Melaksanakan tertib administrasi dan perencanaan jangka panjang
-     Melakukan analisis terhadap sasaran sebelum membuat perencanaan
-     Membiasakan berfikir positif dan inisiatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar